Proses Drilling dan Blasting di Pertambangan (Perencanaan hingga Eksekusi)

Dalam industri pertambangan, Drilling dan Blasting merupakan tahapan krusial yang sangat menentukan keberhasilan proses penambangan secara keseluruhan. Ketepatan perencanaan, pemilihan metode, kesiapan alat, hingga pelaksanaan di lapangan akan berdampak langsung pada produktivitas, biaya operasional, dan keselamatan kerja.

Sebagai penyedia jasa Drilling dan Blasting, PT Mitra Bor Nusantara tentu memahami bahwa proses ini tidak hanya sekadar kegiatan teknis, tetapi sebuah rangkaian terintegrasi yang harus dijalankan secara presisi dan berstandar industri.

Tahap 1 Perencanaan Drilling dan Blasting

Tahap perencanaan merupakan fondasi utama dari seluruh proses. Kesalahan pada tahap ini dapat berdampak pada hasil peledakan yang tidak optimal hingga meningkatnya resiko keselamatan.

  • Analisis Kondisi Geologi

Perencanaan diawal dengan pemahaman karakteristik batuan, seperti: tingkat kekerasan batuan, struktur geologi dan rekahan, dan kondisi topografi area kerja. Data ini menjadi dasar dalam menentukan pola pengeboran dan metode peledakan yang paling sesuai.

  • Desain Pola Drilling

Desain drilling meliputi: diameter lubang bor, Kedalaman lubang, & Spasi dan burden antar lubang. Desain yang tepat akan membantu menghasilkan fragmentasi batuan yang seragam dan mengurangi kebutuhan pekerjaan lanjutan.

Tahap 2 Persiapan Operasional

Sebelum kegiatan drilling dimulai, dilakukan serangkaian persiapan untuk memastikan pekerjaan berjalan aman dan efisien.

  • Pemeriksaan dan perawatan harian/P2H

Pemeriksaan dan Perawatan Harian atau pemeriksaan kelayakan umum terhadap seluruh peralatan yang akan digunakan. P2H dilakukan untuk memastikan bahwa mesin dan perlengkapan kerja berada dalam kondisi layak operasi, aman, dan siap digunakan sesuai standar keselamatan kerja pertambangan.

  • Kesiapan Peralatan

Peralatan drilling harus dalam kondisi optimal. PT Mitra Bor Nusantara memastikan kesiapan armada alat bor yang digunakan, termasuk mesin drilling yang sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan proyek.

  • Kesiapan Tenaga Kerja

Operator dan teknisi yang terlibat wajib memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Briefing keselamatan dan pemahaman rencana kerja menjadi bagian penting sebelum pekerjaan dimulai.

Tahap 3 Pelaksanaan Drilling

Pada tahap ini, proses pengeboran dilakukan sesuai desain yang telah ditetapkan. Beberapa aspek penting dalam pelaksanaan drilling: Akurasi posisi dan kedalaman lubang, Konsistensi sudut pengeboran dan Kontrol terhadap deviasi lubang.

Akurasi drilling sangat menentukan keberhasilan proses blasting. Lubang bor yang tidak sesuai desain dapat menyebabkan peledakan tidak merata dan berdampak pada efisiensi produksi.

Tahap 4 Persiapan dan Pelaksanaan Blasting

Setelah proses drilling selesai, tahap berikutnya adalah persiapan peledakan.

  • Pre-blast briefing, dan Hole Inspection & Verification

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh parameter teknis telah sesuai dengan desain dan rencana kerja sebelum dilakukan pengisian bahan peledak.

Dalam tahapan ini dilakukan pemeriksaan dan verifikasi kondisi lubang bor, yang meliputi: Kedalaman lubang bor, Jumlah dan posisi lubang, Kondisi lubang, termasuk apakah lubang dalam kondisi kering atau berair, dan Kelayakan lubang untuk proses pengisian bahan peledak

  • Pengisian Bahan Peledak

Bahan peledak dimasukkan ke dalam lubang bor sesuai dengan perhitungan teknis dan standar keselamatan yang berlaku. Proses ini dilakukan oleh tenaga kerja yang memiliki sertifikasi dan pengalaman.

  • Sistem Inisiasi dan Pengamanan Area

Sebelum peledakan dilakukan: Area kerja diamankan, Prosedur keselamatan diterapkan, Koordinasi dengan seluruh pihak terkait dilakukan secara menyeluruh. Peledakan dilakukan secara terkontrol untuk memastikan hasil yang optimal dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Peledakan dilakukan secara terkontrol untuk memastikan hasil yang optimal dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Tahap 5 Evaluasi Hasil Blasting

Setelah blasting selesai, dilakukan evaluasi terhadap hasil peledakan, meliputi: Ukuran fragmentasi batuan, Kemudahan proses loading dan hauling, & Dampak terhadap area sekitar

Evaluasi ini penting sebagai dasar perbaikan dan optimalisasi pada siklus drilling dan blasting berikutnya.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *