Dalam kegiatan pertambangan, kondisi lapangan yang ideal tidak selalu dapat dijumpa. salah satu tantangan yang sering dihadapi pada proses Drilling dan Blasting adalah kondisi lubang bor yang berair. Keberadaan air di dalam lubang bor dapat mempengaruhi efektivitas pengeboran, performa bahan peledak, hingga keselamatan kerja di area tambang.
Apa yang dimaksud dengan Lubang Bor Berair?
Lubang bor berair adalah kondisi di mana air tanah atau air permukaan masuk ke dalam lubang pengeboran, baik sebagian maupun penuh. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh:
- Tingginya muka air tanah
- Struktur batuan yang permeabel (batuan yang memungkinkan air meresap dan mengalir di dalamnya)
- Curah hujan tinggi
- Sistem drainase kurang optimal
Lubang berair merupakan kondisi umum dii berbagai area tambang dan perlu ditangani dengan pendekatan teknis yang tepat.
Tantangan Drilling pada Kondisi Lubang Berair:
- Ketidakstabilan Dinding Lubang Bor
Air dapat melemahkan struktur dinding lubang bor sehingga meningkatkan resiko runtuhan atau penyempitan lubang
2. Akurasi Kedalaman dan Diameter Lubang
Lubang berair menyulitkan operator memastikan kedalaman dan diameter lubang sesuai desain, yang berpengaruh langsung pada hasil blasting.
3. Penurunan Efisiensi Pengeboran
Air dapat memperlambat proses pengeboran dan meningkatkan keausan mata bor serta drill rod.
Dampak Lubang Berair terhadap Proses Blasting
Jika tidak ditangani dengan baik, lubang berair dapat menyebabkan:
- Distribusi energi peledakan tidak optimal
- Penurunan kualitas fragmentasi batuan
- Peningkatan konsumsi bahan peledak
- Risiko misfire atau hasil blasting yang tidak seragam
Oleh karena itu, kondisi lubang bor harus menjadi perhatian utama sebelum proses peledakan dilakukan.
Solusi Teknis dalam Menangani Lubang Bor
1.Pemeriksaan Kondisi Lubang Bor
Sebelum pengisian bahan peledak, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan:
- Kedalaman lubang sesuai desain
- Volume dan tingkat air dalam lubang
- Kondisi lubang bebas dari sumbatan
Pemeriksaan ini merupakan bagian penting dari prosedur keselamatan dan operasional
2. Penggunaan Metode Drilling yang Sesuai
Pemilihan metode drilling yang tepat membantu meminimalkan dampak air, seperti:
- Pengaturan tekanan dan kecepatan pengeboran
- Penggunaan sistem flush yang optimal
- Penyesuaian parameter drilling sesuai kondisi lapangan
3. Pengelolaan Air pada Area Drilling
Upaya pengendalian air dilakukan melalui:
- Sistem drainase area kerja
- Pengeringan sementara lubang bor
- Pengaturan waktu drilling dan blasting
Manajemen air yang baik membantu menjaga stabilitas lubang bor.
4. Penyesuaian Teknik Blasting
Pada kondisi lubang berair, teknik blasting perlu disesuaikan agar energi peledakan tetap efektif. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi lapangan dan desain peledakan.
Pentingnya Koordinasi Tim Lapangan
Penanganan lubang berair membutuhkan koordinasi antara:
- Operator drilling
- Tim blasting
- Pengawas lapangan
- Tim keselamatan kerja
Koordinasi yang baik memastikan setiap keputusan teknis diambil berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Peran Evaluasi Pasca Blasting
Evaluasi hasil blasting pada kondisi lubang berair menjadi dasar untuk:
- Perbaikan desain drilling dan blasting berikutnya
- Peningkatan efisiensi operasional
- Pengurangan risiko teknis dan keselamatan
Pendekatan evaluatif membantu menjaga konsistensi hasil meskipun kondisi lapangan menantang.
Kondisi lubang bor berair merupakan tantangan umum dalam kegiatan drilling dan blasting di pertambangan. Dengan perencanaan yang tepat, pemeriksaan kondisi lubang yang menyeluruh, serta penerapan solusi teknis yang sesuai, dampak negatif dari keberadaan air dapat diminimalkan.
Sebagai penyedia jasa drilling dan blasting, PT Mitra Bor Nusantara berkomitmen memastikan setiap proses pengeboran dan peledakan berjalan secara efisien dengan tingkat akurasi yang tinggi, serta sesuai dengan standar keselamatan dan operasional industri pertambangan.


Leave a Reply